Mendapatkan kartu kredit untuk pertama kalinya sering kali dianggap sebagai tonggak kedewasaan finansial. Ada rasa bangga dan kebebasan saat Anda memegang kartu plastik yang memungkinkan Anda melakukan transaksi besar tanpa harus memiliki uang tunai di tangan saat itu juga. Namun, bagi Anda yang pertama kali punya kartu kredit, kebebasan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai cara kerja sistem perbankan, instrumen yang seharusnya menjadi alat bantu keuangan ini bisa dengan cepat berubah menjadi sumber beban yang menghimpit. Memahami risiko sejak awal adalah langkah preventif terbaik untuk memastikan Anda tetap mendapatkan keuntungan dari fasilitas perbankan tersebut.
Kesalahan fatal pertama yang paling sering dilakukan oleh pemula adalah menganggap limit kartu sebagai uang tambahan atau pendapatan ekstra. Penting untuk ditanamkan dalam pikiran bahwa setiap rupiah yang Anda gesek adalah hutang yang wajib dibayar kembali. Banyak pengguna baru yang terjebak dalam euforia belanja hingga menghabiskan limit yang tersedia tanpa memperhitungkan kemampuan bayar di bulan depan. Hal ini akan berujung pada tumpukan tagihan yang tidak tertangani, yang kemudian akan merusak kesehatan finansial Anda secara keseluruhan. Disiplin dalam membatasi diri adalah kunci utama agar Anda tidak terjebak dalam siklus hutang yang berkepanjangan.
Kesalahan kedua adalah kebiasaan hanya membayar jumlah minimum (minimum payment) setiap bulannya. Bank memang memperbolehkan Anda membayar sekitar 5% hingga 10% dari total tagihan agar kartu tetap aktif dan tidak dianggap menunggak. Namun, ini adalah jebakan bunga yang sangat merugikan. Sisa tagihan yang tidak terbayar akan dikenakan bunga berbunga yang cukup tinggi, sehingga hutang Anda bukannya berkurang malah bisa semakin membengkak. Agar tidak rugi, sangat disarankan untuk selalu membayar tagihan secara penuh (full payment) setiap bulan sebelum jatuh tempo. Dengan cara ini, Anda benar-benar menggunakan uang bank secara gratis tanpa harus membayar bunga sepeser pun.
Selanjutnya, kesalahan ketiga yang sering diabaikan adalah melakukan tarik tunai (cash advance) melalui mesin ATM menggunakan kartu kredit. Meskipun fitur ini tersedia, biaya dan bunga yang dibebankan untuk tarik tunai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi belanja biasa. Bunga tarik tunai bahkan langsung dihitung sejak hari pertama Anda mengambil uang tersebut, tanpa ada masa tenggang. Banyak pengguna baru yang tidak menyadari hal ini dan merasa terkejut saat melihat tagihan mereka membengkak drastis. Jika Anda membutuhkan uang tunai, sebaiknya gunakan kartu debit atau tabungan biasa guna menghindari biaya administrasi dan bunga yang mencekik.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan rincian tagihan (billing statement) yang dikirimkan setiap bulan. Banyak orang hanya melihat total nominal yang harus dibayar tanpa memeriksa rincian transaksi satu per satu. Padahal, memeriksa rincian sangat penting untuk mendeteksi adanya kesalahan input, transaksi ganda, atau bahkan indikasi penipuan (fraud) oleh pihak luar. Selain itu, dengan memperhatikan rincian, Anda bisa mengevaluasi pola pengeluaran Anda sendiri. Apakah Anda terlalu banyak menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu? Kesalahan fatal dalam pengawasan ini bisa membuat kebocoran finansial Anda terus berlanjut tanpa disadari selama berbulan-bulan.
Terakhir, kesalahan kelima adalah tidak memanfaatkan poin reward atau fitur promo yang tersedia secara optimal. Kartu kredit sebenarnya diciptakan dengan berbagai benefit seperti cashback, diskon di merchant tertentu, hingga poin yang bisa ditukarkan dengan tiket pesawat. Namun, banyak pengguna baru yang hanya menggunakannya untuk membayar tanpa pernah memeriksa katalog hadiah atau promo yang sedang berlangsung. Hal ini membuat Anda kehilangan potensi keuntungan yang sebenarnya bisa mengompensasi biaya tahunan kartu tersebut. Menggunakan kartu tanpa memanfaatkan promonya berarti Anda kehilangan nilai tambah dari produk keuangan yang Anda miliki.